Posts

Mokodompit leluhur Kerajaan Bolang itang

Image
  Pada catatan Slakbom Marga Ponto-Pontoh  yg dibuat Alm.Kky Danto Medan Pontoh memang tidak tertera pasangan Anggaduajo.  Namun ada catatan siapa pasangan Anggaduajo ini pada catatan Belanda tempo dulu yg bersumber dari Delpher Kraten pada sesi " Mokodompit " Terjemahan; Nama anak2 Kinalang Damopolii versi  J.G.F Riedel : - Ireasan  - Garoeng  - Butiti - Mokodompit  - Binangkang  - Naoli  PASCA DIPAKAI.  Untuk catatan Dr.  J. G. F. Riedel juga meminjam dari editor rincian berikut tentang ukuran populasi, tata krama dan adat istiadat, dll., dari orang Mongondoan.  Jumlah jiwa pada tahun 1900 sekitar 60.000.Menurut tradisi, penduduk pertama Mongondo yang tinggal di Dumogasche disebut Oebodia dan Didit, suami istri yang tidak memiliki anak.  Suatu hari mencari udang, manikop gare, di sungai Boembungan, mereka melihat burung Duduk meninggalkan sarangnya.  Mendekati ini, mereka melihat di dalamnya sebuah telur dengan kein...

Dontu Damopolii sang Penambang Emas

Image
  Foto tambang emas di Bolaang Mongondow.         Timur tempo dulu. Menjelang pertengahan tahun 1800-an Dontu Damopolii pemuda asal Pobundayan melamar salah satu Putri dari Raja Abraham Sugeha ( Raja Bolaang Mongondow ) bernama Bai’ Lansong Sugeha. Melalui Proses adat istiadat Bolaang Mongondow, Pemuda Dontu Damopolii ini harus menanggung berbagai ketentuan adat sesuai dengan permintaan pihak mempelai wanita, terutama Tujuh ( 7 ) Kokasi Emas “pen’ pitu no kokasi in bulawan” Kokasi yang dimaksud dalam Bahasa adat tersebut yaitu Bambu Emas yang di potong ukuran 1 jengkal dalam tiap Ruas Bambu, Setiap satu ( 1 ) Kokasi itu di isi penuh dengan Biji-biji Emas. Untuk memenuhi ketentuan adat tersebut sang pemuda Dontu Damopolii pergi ke DAGAT TO BOTAK tepatnya lokasi DOUP atau disebut PANANG sekarang ini, dan membuat GUANG atau Galian secara Tradisional. Dibuat seperti Paritan menuju kearah gunung,paritannya dilapisi dengan ijuk Pohon Aren, kemudian bongkahan gunu...

Penduduk Asli Dataran Mongondow

Image
 Oleh : Rustam Lii Damopolii.  INTAU IN POLIYAN(POLIAN) Intau in POLIYAN merupakan penduduk asli dataran MONGONDOW /Lopa' in Lolayan berasal dari Dumoga yg merupakan percampuran penduduk awal DUMOGA  sebelum era MOKODOLUDUT di Bumbungon. Penduduk awal DUMOGA sebelumnya menempati tempati di seputaran Kampung tua Doloduo/desa TORAOT sekarang.Kemudian sebagian menempati MAHAG, PONIKIAN, TOLOT dan Tapa' Linggot.Mereka hidup secara berkelompok dan membuat kebun berpindah pindah. Suatu Ketika Kelompok Mahag dan TOLOT berselisih paham sehingga Kelompok TOLOT merasa tdk nyaman sehingga Seorang yg di tuakan kelompoknya yg bernama BARORONGAN mengajak kelompoknya mencari tempat yg baru. BARORONGAN Membawa kelompoknya kearah timur arah Matahari terbit dgn keyakinan bahwa dibalik pegunungan yg mengelilingi sejauh mata memandang pastilah ada dataran yg dapat di tempati.Dalam perjalan mereka singgah dan beristirahat di kuala kecil dgn batu batu putih sehingga mereka menandai tempat ini ...

Raja Nicolaas Ponto

Image
Makam Raja Nicolaas Ponto.  Slakbom keluarga Ponto-Pontoh.   Raja Siau  Nicolaas Ponto bertahta di Siau 1839 - 1850 anak dari Raja Bolang itang ,Salmon Muda Ponto dengan Permaisuri Filipina Jacobus Silagondo ( Putri Raja Siau ).  Naik tahta berdasarkan keputusan Majelis Kerajaan Siau yg diketuai President Raja Balandatu Lohitundali.  Raja Nicolaas Ponto tercatat beristri Inolat Manoppo ( Putri Raja Bolaang Mongondow ) dan Boki Kalute.  Dari Permaisuri Inolat Manoppo beliau tidak berputra.  Dari Boki Kalute ini beliau tercatat di karuniai Putra Terri Ponto dan Tahulending yg menikah dengan Suwaneng.  Pada saat Raja Nicolaas Ponto wafat ,Terri Ponto masih anak-anak ( belum dewasa ). Putranya Terri Ponto diangkat menjadi Mayor ( Komandan Kerajaan ) Siau pada masa pemerintahan Raja Jacub Ponto.  Sebelumnya Terri Ponto menjabat sebagai Kapita Ratu ( Kapiten  Pasukan Pengawal Raja ). Source:  - Bpk.Jupiter Makasangkil II. - Buku Sejarah K...

Ramopolii Raja Bolaang

Image
Source: Kaart Van Celebes 1900 Stanford Libraries. Suatu kisah lain menerangkan ketika raja Ramapolei menguasai Bolaang, saudara perempuannya Sawulaon jatuh sakit karena berduka atas kematian anaknya Maidangkai. Lalu Ramapolei memerintahkan 25 anak buahnya yang pemberani untuk membawa Sawulaon ke arah timur-laut dan bilamana ia dalam perjalanan meninggal dunia, mereka harus menguburnya di tempat dimana ia menghembuskan nafasnya terakhir dan mereka harus pula menjaga makamnya itu. Ternyata Sawulaon tewas dalam perjalanan dan di tempat dimana jenazah dimakamkan oleh para pengikut raja ditanami sebatang pohon wulan didekatnya. Mereka juga rela menghentikan perjalanan mereka  dan mendiami tempat ini. Penduduknya bertambah banyak dan akhirnya terbentuklah suatu suku Panosakan. Di daerah bagian pesisir dibangun suatu negeri baru yang diberi nama pohon yang telah ditanami dekat makam Sawulaon, yakni Wulan yang kemudian hari disebut Belang . Lutam Mokosambul kemudian mendirikan negeri Muag...

Raja Jacub Ponto & Kerajaan Kaidipang

Image
    Nisan Raja Jacub Ponto  Source: Kesultanan dan Kerajaan Indonesia.  Bermula dari Perkawinan antara salah satu Leluhur Marga Ponto-Pontoh, Yakni Piantai dengan Linkoa- Lingkan Korompot,yang salah satu keturunan nya adalah Putri  Nanggio ,yg kelak menjadi Istri/ Permaisuri Raja Bolang Itang  Daud Ponto.  Source: Prof Usup / Universiteit Leiden   Seperti yg terlihat pada bagan diatas Perkawinan Piantai ( Bolang itang) dengan Lingkan ( Kaidipang) menurunkan Nanggio yang kelak menjadi Permaisuri Raja Daud Ponto ( Raja Bolang itang ). Source : Slakbom Marga Ponto-Pontoh olh Danto Medan Pontoh & Rivi Babay .  Dari Pasangan Raja Daud & Permaisuri Nanggio ini lahirlah  Jacub Ponto yg kelak menjadi Raja Siau . Diangkat menjadi Raja Siau pada tanggal 26 September 1850, menggantikan pamannya Nicolaas Ponto. Ia meneken perjanjian dengan Residen Manado W.C.Happe 8 Juni 1865 serta kontrak 11 Desember 1884 dan 26 November 1885 dengan Residen...

Bolang Itang dan Kaidipang jaman pendudukan Jepang

 Bolang Itang dan Kaidipang Jaman Penjajahan Jepang. 📚 Bolaang Mongondow, terdapat bolaang Mongondow Succo yang di bentuk oleh letnan udara Heriuti dan raja-raja yang ada dalam lingkungan Bolaang Mongondow Succo, ialah Ram Suit Pontoh (Kaidipang) Muhamad Taraju Datungsolang (Bintauna), Arie Van Gobel (Molibagu/Bolaang Uki) Henny Jusuf Cornelia Manopo (Bolaang Mongondow) dan Muhamad Tarungku (buol). Mereka semuanya datang di Langowan Minahasa dan menyerahkan semua kekuasaan kepada Jepang (Jendral Mori) segala sesuatu yang ada hubungannya kepangkatan sebagai raja, seperti bintang jasa, pakaian kebesaran dan dokumen-dokumen penting lainya bintang jasa ‘oranye Van Massau’ 2 buah milik Raja Ram suit Pontoh turut serta diserahkan.raja-raja itu kembali ke tempat masing-masing sbagai kepala Pemerintahan di bawah Kuasa dan pengawasan Jepang. Di kerajaan Kaidipang Besar pimpinan pemerintahannya berganti nama yaitu raja R.S.Pontoh menjadi succo, jogugu (Hassan Rum Pontoh) menjadi gunco, Mars...